13 Jan 2019

Di zaman modern seperti sekarang sangat banyak peralatan rumah tangga yang dijual di pasaran. Semakin beragamnya alat-alat rumah tangga tersebut membuat orang sering kali bingung dalam menentukan pilihan. Hal yang sering Anda lakukan adalah memilih barang dengan klaim yang banyak dan juga diskon yang besar. Biasanya seseorang membeli alat rumah tangga berdasarkan faktor tersebut. Namun, tanpa Anda sadari bisa saja Anda melakukan kesalahan dalam membeli alat-alat rumah tangga untuk isian rumah pribadi Anda.


Berikut kesalahan-kesalahan dalam membeli peralatan rumah tangga sebagai pengisi rumah, antara lain:

1. Tidak Ringkas dan Sulit Digunakan

Meski banyak inovasi peralatan rumah tangga yang bertujuan untuk mempermudah pemakainya. Akan tetapi, inovasi yang tidak Anda butuhkan justru akan menyulitkan. Biasanya, ini dikarenakan Anda memilih perabotan yang tidak ringkas dan sulit untuk digunakan. Tidak jarang, Anda dibuat pusing ketika merangkainya atau hendak menggunakannya.

2. Tidak Sesuai dengan Konsep Ruang

Biasanya, seseorang menggunakan salah satu konsep untuk mendesain ruangan. Nah, jadi hal yang penting bagi Anda untuk memerhatikan kesesuaian ruang dengan dekorasinya. Kadang, Anda membeli barang yang tidak sesuai dengan konsep ruang yang Anda pilih sehingga terkesan kurang matching. Kalau sudah begini bagaimana?

3. Tidak Sesuai Ukuran Ruang

Terlalu sedikit atau terlalu banyak peralatan rumah tangga membuat tampilan ruangan Anda menjadi terlihat tidak apik. Bahkan, bisa jadi akan terlihat ganjil oleh sebagian orang. Tidak ada salahnya mengukur ukuran ruang dengan teliti dan menyesuaikannya dengan barang-barang yang akan Anda tata di ruangan tersebut sehingga lebih terlihat rapi dan menarik.

4. Melebihi Anggaran Dana

Sebelum membeli aneka perabotan rumah tangga, Anda harus menyusun budget atau anggaran dana yang Anda perlukan. Jangan sampai, Anda berbelanja perabotan rumah tangga melebihi dari anggaran yang sudah Anda susun. Pastikan untuk membeli alat-alat rumah tangga yang penting dan benar-benar Anda butuhkan. Jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan metode pembayaran kredit.

5. Memiliki Dua Benda dengan Fungsi Sama

Biasanya, diskon membuat Anda membeli berbagai barang dengan fungsi yang sama. Padahal, belum tentu barang-barang itu tadi akan Anda gunakan. Jadi urungkan membeli beberapa barang dengan fungsi yang sama hanya karena diskon semata.

6. Membeli Alat Rumah Tangga yang Tidak Penting

Biasanya, Anda bisa membeli perabotan rumah tangga yang sama sekali tidak Anda butuhkan. Misalnya saja Anda membeli juicer padahal Anda lebih memilih untuk membeli jus kemasan yang lebih praktis. Ini membuat pengeluaran Anda malah membengkak.

7. Kurang Perhatian dengan Material Barang

Sebelum membeli perabotan rumah tangga, alangkah lebih baiknya jika Anda mengecek material pembuat barang tersebut. Jangan tergiur dengan harga murah, karena hal ini bisa jadi dipengaruhi oleh material yang digunakan memiliki kualitas buruk dalam membuat barang murah tersebut. Pastikan Anda memilih barang dengan material yang berkualitas agar tidak mudah rusak.

Mulai sekarang, cobalah untuk lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk membeli peralatan rumah tangga yang akan mengisi bagian penting dalam rumah Anda. Jangan sampai Anda membeli barang yang tidak perlu dan tidak sesuai dengan konsep rumah yang sudah Anda rancang matang-matang. Sayang bukan jika Anda sudah mengeluarkan banyak uang namun pada akhirnya barang-barang tersebut tidak terpakai dan malah justru dibiarkan tergeletak begitu saja di sudut ruangan? Pasti akan sangat mubadzir dan memenuhi ruangan bukan?

17 Des 2018

Botol bayi rentan terhadap kuman dan bakteri karena berisi ASI atau susu formula. Selain itu, penyimpanan botol yang tidak benar juga mengakibatkan sarang bakteri. Susu yang tidak disterilkan akan membuat bayi terkena infeksi perut. Hal ini akan menyulitkan Anda. Baiklah, berikut adalah cara mensterilkan botol bayi yang benar.


Merebus

Suhu ASI atau susu formula yang tinggi belum tentu membunuh seluruh kuman dan bakteri di dalamnya. Anda tetap harus merebus botol susu. Namun jika membersihkan saja bisa menggunakan sabun cair yang teksturnya mirip deterjen khusus baju bayi.

Pertama pisahkan antara botol, putting dot, dan tutupnya. Setelah itu masukkan dalam panci besar dan isi panci tersebut dengan air hingga semua komponen dot terendam. Usahakan jumlah air jangan terlalu sedikit. Biarkan air tersebut mendidih sekitar 5 menit.

Lalu Anda bisa mematikan kompor dan mengangkat semua komponen botol susu. Tunggulah hingga dingin. Jika Anda belum berniat menggunakan botol susu tersebut saat itu juga, sebaiknya tempatkan pada wadah yang tertutup. Prosedur ini bisa dilakukan setelah botol digunakan selama 24 jam.

Memakai Bahan Kimia

Cara mensterilkan botol susu bayi yang kedua yaitu dengan larutan kimia. Tentunya cairan ini aman untuk botol si kecil. Caranya hampir sama, Anda harus memisahkan komponen botol susu kemudian memasukkan ke dalam panci yang sudah terisi cairan kimia.

Biasanya akan ada petunjuk penggunaan sehingga ikuti saja aturan tersebut. Anda bisa merendamnya kira-kira 30 menit. Setelah itu angkat dan bilas dengan air bersih. Lebih baik jika membilas dengan air yang mengalir missal langsung dari kran.

Mengukus atau Menguapkan

Cara ketiga ini harus memakai steamer atau stabilizer. Tempatkan dot dan aksesori dengan menghadap ke bawah. Jumlah penggunaan air bisa Anda cari tahu dulu di petunjuk penggunaan. Cara ini hampir sama dengan merebus karena memanfaatkan suhu tinggi untuk membunuh semua bakteri dan kuman.

Anda sebenarnya tidak perlu sering mensterilkan botol susu. Setelah si kecil berusia dua bulan, Anda bisa mencuci botol susu hanya sesekali. Namun proses sterilisasi botol susu bayi harus tetap dilakukan setidaknya sehari sekali. Anda harus menjaga kebersihan perlengkapan bayi, bahkan jika perlu gunakan deterjen khusus baju bayi untuk agar tidak ada bakteri menempel.