12 Jan 2020

APRIL Group, salah satu unit bisnis yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto ini dikenal sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Setiap tahunnya, salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle ini mampu memproduksi 2,8 juta ton pulp dan 1,15 ton kertas. PaperOne yang merupakan produk andalan APRIL Group bahkan telah tersebar di lebih dari 70 negara dan digunakan oleh jutaan orang setiap harinya.


Sebagai sebuah perusahaan besar, APRIL Group menyadari ada tanggung jawab sosial yang harus diemban. Perusahaan Sukanto Tanoto memiliki prinsip bahwa bisnis juga harus bisa memberi manfaat bagi bangsa dan negara. Inilah yang menjadi latar belakang program One Village One Commodity (OVOC). Melalui program ini jugalah, perusahaan ingin berkontribusi dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar area operasional.

Mengangkat Kesejahteraan Masyarakat Lewat OVOC

One Village One Commodity (OVOC) merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh salah satu unit bisnis APRIL Group, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Program ini menjadi salah satu program andalan perusahaan Sukanto Tanoto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasional dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tanpa kelaparan.

Desa Penyengat adalah salah satu desa yang mendapat perhatian PT RAPP dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dalam program ini, perusahaan Sukanto Tanoto memberikan pembinaan kepada para petani yang tergabung dalam kelompok Bina Tani.

Melalui OVOC, PT RAPP mengajak masyarakat untuk memilih jenis tanaman yang paling cocok ditanam di desanya. Karakteristik tanah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis tanaman. Di Desa Penyengat, nanas dipilih karena dinilai cocok dengan karakteristik tanah di desa tersebut. Jenis nanas yang dibudidayakan di sini di antaranya adalah nanas dengan grade A dan nanas grade B.

Pelatihan yang diberikan PT RAPP tidak hanya terbatas pada pelatihan pertanian modern. Setelah menentukan jenis tanaman yang paling cocok dan berpotensi menjadi komoditas andalan, perusahaan Sukanto Tanoto juga memberikan sarana produksi mulai dari benih, pupuk hingga pestisida. Selanjutnya, masyarakat mendapatkan pelatihan pemasaran untuk membantu memasarkan produk unggulan yang berhasil dibudidayakan di desanya.

Sukses Meningkatkan Penghasilan Petani Setempat

Sejak pertama kali OVOC diperkenalkan di Desa Penyengat, perkembangan program ini terlihat positif. Kelompok Bina Tani yang dibentuk telah berkembang dari 10 orang menjadi 20 orang anggota. Lahan yang dikelola juga semakin luas. Dari yang awalnya hanya seluas 10 hektar, daerah kelolaan kelompok Bina Tani kini telah berkembang menjadi 56 hektar.

Program yang digagas oleh perusahaan Sukanto Tanoto ini pun sukses meningkatkan kesejahteraan petani setempat. Apo adalah salah satu petani Desa Penyengat yang merasakan langsung manfaat dari program tersebut.

Sebelum mengikuti program ini, penghasilan Apo dari menanam sayur-sayuran hanya sekitar Rp 500.000 per bulannya. Namun setelah mengikuti program OVOC dan beralih menanam nanas, dalam satu bulannya ia bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 10 juta.

Mendapat Penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD)

Kesuksesan OVOC di Desa Penyengat membuat PT RAPP mendapatkan penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD). Dalam ajang ISDA (Indonesian Sustainability Development Goals Award) 2019, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut berhasil mendapatkan penghargaan kategori silver.

Kisah sukses para petani yang mengikuti OVOC pun mendorong perusahaan Sukanto Tanoto untuk menerapkannya di wilayah-wilayah lain. Saat ini, program ini sudah berjalan di 4 kabupaten yakni Kampar, Siak, Kep. Meranti dan Pelalawan. Dari beberapa desa yang mengikuti program ini, cukup banyak desa yang sudah mulai menikmati hasilnya.

4 Jan 2020

Menghadapi buah hati yang mengalami muntah dan diare adalah cobaan bagi orang tua. Oleh karena itu, Anda harus bersiap dengan obat muntaber bayi sebagai pencegahan pertama. Umumnya, diare dan muntah merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Gejalan muntah sebenarnya bisa berhenti dengan sendiri selama 3 hari. Diare malah lebih lama, berkisar 5-7 hari dan akan berhenti dalam waktu 2 minggu.


Menyikapi gejala muntaber berbeda dengan pilek, yang bisa ditangani dengan rhinos obat pilek bayi. Gejala muntaber sesekali akan buang air encer pada bayi, yang tergolong wajar dan faktanya bayi masih mendapat asupan ASI atau tanpa makanan berat. Bertambahnya usia maka frekuensi air besar akan lebih jarang dengan tinja yang cenderung memadat.

Diare pada bayi didefinisikan sebagai buang air besar dengan intensitas lebih sering terjadi berbentuk tinja cair. Meski demikian, Anda tetap dipersilakan menyediakan obat muntaber bayi sebagai pencegahan sebelum muntaber memburuk dan atas saran dokter.

Buah hati mengalami muntahber karena beberapa sebab yang berbeda, antara lain:
  1. Keracunan makanan.
  2. Infeksi virus.
  3. Mengonsumsi makanan-minuman yang mungkin buah hati memiliki alergi.

Muntaber bisa dikarenakan oleh infeksi yang disertai dengan muntah dan disebut sebagai gastroenteritis dan terjadi karena virus. Kebanyakan kondisi ini dialami oleh bayi yang mengonsumsi formula daripada konsumsi ASI.

Muntaber lebih seris pada bayi ketimbang anak-anak karena bayi mudah kehilangan banyak cairan dari tubuh dan mengalami dehidrasi. Hal ini bisa Anda lihat dari kondisi buah hati yang rewel, lesu, bibir kering, pucat, dan kulit kendur.

Anda bisa membuat oralit untuk pengobatan muntaber pada bayi. Perlu diingat jika bayi buang air besar encer selama 6 kali selama 24 jam dan jika mengalami muntah 3 kali dalam 24 jam, segera hubungi dokter. Hal ini dilakukan agar bayi segera mendapat cairan pengganti selain dari mulut.
Begitulah penjelasan yang dapat kami sampaikan kali ini. Semoga Anda berkenan dan mampu mengatasi diare pada bayi. Sekian dan sampai jumpa di lain kesempatan.