9 Feb 2020

Jakarta memang tidak hanya kota dengan gedung pencakar langit terbanyak di Indonesia. Soal seni, kota yang satu ini juga ga kalah loh. Dari tahun ke tahun Jakarta selalu menyelenggarakan ragam jenis pameran yang menarik banyak pengunjung dan melibatkan banyak EO di Jakarta, seperti pameran seni.


Dalam satu tahun bisa puluhan hingga ratusan pameran seni loh yang diadakan di Jakarta. Tapi diantara banyaknya pameran seni, ada 4 pameran seni paling hits nih di Jakarta yang wajib banget kamu kunjungi:

1. Art Jakarta

Pameran seni yang satu ini memiliki 70 galeri seni lokal yang selalu memanjakan mata pengunjungnya. Art Jakarta sering mengadakan pameran seni tahunan, yang mana pada tahun 2019 kemarin mengadakan pameran seni di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran ini menyediakan 10 titik presentasi dari seniman pilihan yang bisa kamu tonton sepuas hati kamu.

2. RUCI Art Space

RUCI Art Space menjadi pameran seni lainnya yang juga sangat direkomendasikan untuk pecinta seni. Pameran seni ini diadakan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan seni pada masyarakat serta bagaimana pentingnya seni dalam kehidupan. Pameran yang berada di Kebayoran Baru ini menyediakan pameran seni berupa lukisan, video, fotografi, dan ragam karya menarik lainnya.

RUCI sendiri berasal dari bahasa Sansakerta yang berarti sumber cahaya, rasa dan kegembiraan.

3. Edwins’s Gallery

Jika kamu pecinta seni, nama Edwin’s Galery tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kamu. Galeri pameran seni ini didirikan oleh Edwin Raharjo sejak 1984. Kamu bisa berkunjung kesini secara free loh. Didalamnya terdapat ratusan karya seni dari ratusan seniman berupa lukisan, patung, permadani dan lain-lain.

Adapun seniman yang berkontribusi dalam pameran ini adalah Sunaryo, Le mayeu, Affandi dan lain-lain. Edwin’s Gallery sendiri berada di Jalan Kemang Raya Jakarta Selatan.

4. TeamLab Future Park Jakarta

TeamLab Future Park Jakarta juga menjadi pameran menarik lainnya yang ga boleh kamu lewatkan. Pameran berkelas internasional ini menyuguhkan pameran yang unik dengan menyatukan seni dan teknologi. Dialamnya juga terdapat swafoto yang akan bikin kamu lama betah berada disana. Terakhir, pameran ini diselenggarakan di Gandaria City Mall Jakarta pada bulan Juni 2019.

Pameran selanjutnya di tahun selanjutnya, kamu ga boleh ketinggalan ya.

Itulah 4 pameran seni yang super hits di Jakarta. Tentunya selain pameran seni, Jakarta juga sering diramaikan dengan pameran-pameran lainnya yang tidak kalah menarik, contohnya pameran wedding, pameran bisnis, kuliner, dan tentunya pameran otomotif sebagai ajang memperkenalkan mobil-mobil keluaran terbaru seperti Toyota Avanza 2020, All New Jazz Honda, Nissan Livina X Gear, Xpander, dan banyak lagi.

Nah, kamu yang mau berkunjung ke Jakarta, mau coba pameran yang mana dulu nih?.

12 Jan 2020

APRIL Group, salah satu unit bisnis yang dipimpin oleh Sukanto Tanoto ini dikenal sebagai salah satu produsen pulp dan kertas terbesar di dunia. Setiap tahunnya, salah satu unit bisnis Royal Golden Eagle ini mampu memproduksi 2,8 juta ton pulp dan 1,15 ton kertas. PaperOne yang merupakan produk andalan APRIL Group bahkan telah tersebar di lebih dari 70 negara dan digunakan oleh jutaan orang setiap harinya.


Sebagai sebuah perusahaan besar, APRIL Group menyadari ada tanggung jawab sosial yang harus diemban. Perusahaan Sukanto Tanoto memiliki prinsip bahwa bisnis juga harus bisa memberi manfaat bagi bangsa dan negara. Inilah yang menjadi latar belakang program One Village One Commodity (OVOC). Melalui program ini jugalah, perusahaan ingin berkontribusi dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar area operasional.

Mengangkat Kesejahteraan Masyarakat Lewat OVOC

One Village One Commodity (OVOC) merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh salah satu unit bisnis APRIL Group, yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Program ini menjadi salah satu program andalan perusahaan Sukanto Tanoto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasional dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan tanpa kelaparan.

Desa Penyengat adalah salah satu desa yang mendapat perhatian PT RAPP dalam mewujudkan tujuan tersebut. Dalam program ini, perusahaan Sukanto Tanoto memberikan pembinaan kepada para petani yang tergabung dalam kelompok Bina Tani.

Melalui OVOC, PT RAPP mengajak masyarakat untuk memilih jenis tanaman yang paling cocok ditanam di desanya. Karakteristik tanah menjadi pertimbangan utama dalam menentukan jenis tanaman. Di Desa Penyengat, nanas dipilih karena dinilai cocok dengan karakteristik tanah di desa tersebut. Jenis nanas yang dibudidayakan di sini di antaranya adalah nanas dengan grade A dan nanas grade B.

Pelatihan yang diberikan PT RAPP tidak hanya terbatas pada pelatihan pertanian modern. Setelah menentukan jenis tanaman yang paling cocok dan berpotensi menjadi komoditas andalan, perusahaan Sukanto Tanoto juga memberikan sarana produksi mulai dari benih, pupuk hingga pestisida. Selanjutnya, masyarakat mendapatkan pelatihan pemasaran untuk membantu memasarkan produk unggulan yang berhasil dibudidayakan di desanya.

Sukses Meningkatkan Penghasilan Petani Setempat

Sejak pertama kali OVOC diperkenalkan di Desa Penyengat, perkembangan program ini terlihat positif. Kelompok Bina Tani yang dibentuk telah berkembang dari 10 orang menjadi 20 orang anggota. Lahan yang dikelola juga semakin luas. Dari yang awalnya hanya seluas 10 hektar, daerah kelolaan kelompok Bina Tani kini telah berkembang menjadi 56 hektar.

Program yang digagas oleh perusahaan Sukanto Tanoto ini pun sukses meningkatkan kesejahteraan petani setempat. Apo adalah salah satu petani Desa Penyengat yang merasakan langsung manfaat dari program tersebut.

Sebelum mengikuti program ini, penghasilan Apo dari menanam sayur-sayuran hanya sekitar Rp 500.000 per bulannya. Namun setelah mengikuti program OVOC dan beralih menanam nanas, dalam satu bulannya ia bisa mendapat penghasilan sebesar Rp 10 juta.

Mendapat Penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD)

Kesuksesan OVOC di Desa Penyengat membuat PT RAPP mendapatkan penghargaan dari Corporate Forum for Community Development (CFCD). Dalam ajang ISDA (Indonesian Sustainability Development Goals Award) 2019, perusahaan Sukanto Tanoto tersebut berhasil mendapatkan penghargaan kategori silver.

Kisah sukses para petani yang mengikuti OVOC pun mendorong perusahaan Sukanto Tanoto untuk menerapkannya di wilayah-wilayah lain. Saat ini, program ini sudah berjalan di 4 kabupaten yakni Kampar, Siak, Kep. Meranti dan Pelalawan. Dari beberapa desa yang mengikuti program ini, cukup banyak desa yang sudah mulai menikmati hasilnya.